Monday, August 25, 2014

Fisika : Pengertian Vektor

Vektor  didefinisikan secara lengkap apbila kita mengetahui bukan saja nilainya(dengan satuan)tetapi juga arah kemana vektor itu beroperasi.Vektor juga dapat diartikan sebagai bilangan yang memiliki nialai satuan dan memiliki arah.
Contoh Vektor:gaya,kecepatan,percepatan

Misal:Kecepatan 10km/jam ke arah utara.
         Angin yang bertiup ke timur laut sebesar 20 knot. 

Representasi Vektor:
Vektor dapat direpresentasikan secara grafis,dengan garis yang ditarik sedemikian sehingga:
  • Panjang garis menandakan besar vektor.
  • Arah garis(ditunjukkan dengan mata panah)menandakan arah vektor.
Vektor Pada Gambar:

Vektor dalam matematika dan fisika adalah obyek geometri yang memiliki besar dan arah. Vektor jika digambar dilambangkan dengan tanda panah (→). Besar vektor proporsional dengan panjang panah dan arahnya bertepatan dengan arah panah. Vektor dapat melambangkan perpindahan dari titik A ke B. Vektor sering ditandai sebagai


         Vektor berperan penting dalam fisika: posisi, kecepatan dan percepatan obyek yang bergerak dan gaya dideskripsikan sebagai vektor.

Panjang Vektor

Untuk mencari panjang sebuah vektor dalam ruang euklidian tiga dimensi, dapat digunakan cara berikut:

Kesamaan dua vektor

Dua buah vektor dikatakan sama apabila keduanya memiliki panjang dan arah yang sama

Kesejajaran dua vektor

Dua Buah Vektor disebut sejajar (paralel) apabila garis yang merepresentasikan kedua buah vektor sejajar.

Operasi vektor

Perkalian skalar

Sebuah vektor dapat dikalikan dengan skalar yang akan menghasilkan vektor juga, vektor hasil adalah:

Penambahan vektor dan pengurangan vektor

Sebagai contoh vektor a=a1i + a2j + a3k dan b=b1i + b2j + b3k.
Hasil dari a ditambah b adalah:

pengurangan vektor juga berlaku dengan cara mengganti tanda + menjadi tanda -

Vektor satuan

Vektor satuan adalah vektor yang memiliki panjang 1 satuan panjang. Vektor satuan dari sebuah vektor dapat dicari dengan cara:



Fisika : Definisi Angka Penting beserta contohnya

Definisi angka penting beserta contohnya :

Angka penting adalah bilangan yang diperoleh dari hasil pengukuran yang terdiri dari angka-angka penting yang sudah pasti (terbaca pada alat ukur) dan satu angka terakhir yang ditafsir atau diragukan.


Bila kita mengukur panjang suatu benda dengan mistar berskala mm (mempunyai batas ketelitian 0,5 mm) dan melaporkan hasilnya dalam 4 angka penting, yaitu 114,5 mm. Jika panjang benda tersebut kita ukur dengan jangka sorong (jangka sorong mempunyai batas ketelitian 0,1 mm) maka hasilnya dilaporkan dalam 5 angka penting, misalnya 114,40 mm, dan jika diukur dengan mikrometer sekrup (Mikrometer sekrup mempunyai batas ketelitian 0,01 mm) maka hasilnya dilaporkan dalam 6 angka penting, misalnya 113,390 mm. Ini menunjukkan bahwa banyak angka penting yang dilaporkan sebagai hasil pengukuran mencerminkan ketelitian suatu pengukuran. Makin banyak angka penting yang dapat dilaporkan, makin teliti pengukuran tersebut. Tentu saja pengukuran panjang dengan mikrometer sekrup lebih teliti dari jangka sorong dan mistar.


Pada hasil pengukuran mistar tadi dinyatakan dalam bilangan penting yang mengandung 4 angka penting : 114,5 mm. Tiga angka pertama, yaitu: 1, 1, dan 4 adalah angka eksak/pasti karena dapat dibaca pada skala, sedangkan satu angka terakhir, yaitu 5 adalah angka taksiran karena angka ini tidak bisa dibaca pada skala, tetapi hanya ditaksir.



Ketentuan Angka Penting :


1. Semua angka bukan nol merupakan angka penting.


2. Angka nol yang terletak di antara dua angka bukan nol merupakan angka penting. Contoh : 1208 memiliki empat angka penting. 2,0067 memiliki lima angka penting.


3. Semua angka nol yang digunakan hanya untuk tempat titik desimal bukan merupakan angka penting. Contoh : 0,0024 memiliki dua angka penting, yakni 2 dan 4


4. Semua angka nol yang terletak pada deretan terakhir dari angka-angka yang ditulis di belakang koma desimal merupakan angka penting. Contoh : 0,003200 memiliki empat angka penting, yaitu 3, 2 dan dua angka nol setelah angka 32.


5. Semua angka sebelum orde (Pada notasi ilmiah) termasuk angka penting. Contoh : 3,2 x 105 memiliki dua angka penting, yakni 3 dan 2. 4,50 x 103 memiliki tiga angka penting, yakni 4, 5 dan 0 

Sekian dan terima kasih:D 

Wednesday, August 20, 2014

Konversi Satuan Internasional Dan British

Konversi Satuan Internasional - British

Pernah dengar istilah feet , mile , kelvin , ataupun galon ? Atau pernah ditanya adik atau tetangga 4 meter berapa feet ? 2 Km berapa mile ? Kalo jawaban anda iya berarti anda tidak sendiri , saya pun pernah mengalami hal yang sama ketika menempuh bangku kuliah. Tentu akan sangat sulit jika kita tidak mengetahui cara mengkonversi nilai satuan tersebut. Kenapa sih harus ada satuan metric dan satuan imperal segala ? Kenapa ga cuma satu jenis satuan metric saja atau imperial saja yang digunakan diseluruh dunia , kan lebih mudah gitu . Sempat berfikir kenapa harus ada perbedaan jika sama itu indah ( ha ha ha ha mengambil salah satu liric lagu band ternama ).
Pada dasarnya ada 2 sistem satuan , yaitu Satuan Internasional ( SI ) dan Satuan British.  Satuan Internasional  banyak digunakan di negara asia salah satunya negara kita Indonesia . Contoh Satuan Metric : meter, liter , km/jam , dll . Amerika Serikat merupakan salah satu negara pengguna Satuan British , entah mengapa negara yang satu ini selalu ingin tampil beda . Mungkin karena merasa negara besar dan tidak mau ikut2 an seperti negara lain maka mereka menggunakan satuan yang berbeda.
OK.... Langsung saja berikuti ini merupakan beberapa konversi Satuan Internasional – Satuan British :

PANJANG

1 cm                =          0,3937 in
1 m                  =          3,2808 ft
1 in                  =          2,54 cm
1 ft                   =          0,3048 m

MASSA DAN DENSITAS

1 kg                 =          2,2046 lb
1 g/cm3           =          103 kg/m3
1 g/cm3           =          62,428 lb/ft3
1 lb                  =          0,4536 kg
1 lb/ft3             =          0,016018 g/cm3
1 lb/ft3             =          16,018 kg/m3

KECEPATAN

1 km/h             =          0,62137 mile/h
1 km/h             =          0,27778 m/s
1 km/h             =          0,91134 ft/s
1 km/h             =          0,53996 knots
1 mile/h           =          1,6093 km/h
1 m/s               =          3,6 km/h
1 ft/s                =          1,092728 km/h
1 knots            =          1,852 km/h
VOLUME

1 cm3               =          0,061024 in3
1 m3                 =           35,315 ft3
1 L                    =           10-3 m3
1 L                    =           0,0353 ft3
1 in3                 =          16,387 cm3
1 ft3                  =           0,028317 m3
1 galon            =          0,13368 ft3
1 galon            =          3,7854 x 10-3 m3

GAYA

1 N                  =          1 kg.m/s2
1 N                  =          0,22481 lbf
1 lbf                 =          32,174 lb.ft/s2
1 lbf                 =          4,4482 N

TEKANAN

1 Pa                 =          1 N/m2             =          1,4504 x 10-4 lbf/in2
1 bar                =          105 N/m2
1 atm               =          1,01325 bar
1 lbf/in2            =          6894,8 Pa
1 lbf/in2            =          144 lbf/ft2
1 atm               =          14,696 lbf/in2

ENERGI DAN ENERGI SPESIFIK

1 J                   =          1 N.m              =          0,73756 ft.lbf
1 kJ                 =          737,56 ft.lbf
1 kJ                 =          0,9478 Btu
1 kJ/kg            =          0,42992 Btu/lb
1 ft.lbf              =          1,35582 J
1 Btu                =          778,17 ft.lbf
1 Btu                =          1,0551 kJ
1 Btu/lb            =          2,326 kJ/kg
1 kcal              =          4,1868 kJ

LAJU PERPINDAHAN ENERGI

1 W                  =          1 J/s                =          3,413 Btu/h
1 Kw                =          1,341 hp
1 Btu/h             =          0,293 W
1 hp                 =          2545 Btu/h
1 hp                 =          550 ft.lbf/s
1 hp                 =          0,7457 Kw

KALOR SPESIFIK

1 Kj/kg.K         =          0,238846 Btu/lb.°R
1 kcal/kg.K      =          1 Btu/lb.°R
1 Btu/lb.ºR       =          4,1868 Kj/kg.K


PERCEPATAN STANDAR DARI GRAVITASI

g                      =          9,80665 m/s2
g                      =          32,174 ft/s2

TEKANAN ATMOSFER STANDAR

1 atm               =          1,01325 bar
1 atm               =          14,696 lbf/in2


HUBUNGAN TEMPERATUR

T (°R)              =          1,8 T (K)
T (°C)              =          T (K) – 273,15
T (°F)               =          T (°R – 459,67
Terima kasih :D

Tuesday, August 19, 2014

Macam-Macam Alat Ukur dan Kegunaannya

Macam-Macam Alat Ukur dan Kegunaannya – Guna menentukan nilai dari suatu besaran, entah itu besaran pokok atau besaran turunan sobat tidak boleh langsung main tebak atau kira-kira saja. Pengukuran dengan perasaan atau feeling itu jelas tidak valid. Utuk menentukan nilai dari suatu besaran dengan presisi diperlukan alat ukur yang sesuai dengan jenis besarannya. Misalnya sobat punya penggaris, tentu saja fungsi alat ukur ini untuk mengukur panjang dan bukan untuk mengukur massa ataupun berat. Berikut ini rumushitung.com sajikan berbagi macam alat ukur dan kegunaannya masing-masing, semoga bermanfaat.
ALAT UKUR PANJANG
Penggaris
penggaris
Penggaris adalah macam alat ukur pangjang yang paling populer. Ada banyak jenis penggaris seperti penggaris siku, penggaris biasa, penggaris untuk tukang, dsb. Skala penggaris biasanya dalam cm (ketelitian 1mm) atau inchi tapi tidak menutup kemungkinan dengan satuan yang lain tergantung penggunaanya
jangka sorong
Jangka Sorong
Alat ukur pangjanng ini memiliki ketelitian 0,1 mm. Bentuknya seperti kuci inggris. Buat lebih jelasnya silahkan baca Jangka Sorong
mikrometer sekrup alat ukur panjang
Mikrometer Sekrup
Alat ukur panjang ini lebih presisi lagi. Tingkat ketelitian hingga 0,01 mm. Ingin tahu lebih jauh apa itu mikrometer sekrup dan cara menggunakannya silahkan baca di Micrometer Sekrew
meteran
Meteran
Pada prinsipnya sama dengan penggaris namun bentuknya berupa pita panjang yang bisa digulung. Biasanya digunakan oleh tukang kayu atau tukang batu dan untuk mengukur tinggi badan.
ALAT UKUR MASSA
timbangan pasarTimbangan Pasar
Timbangan yang banyak digunakan di pasar. Terdiri dari dua bagian utama, yaitu bagian tempat benda dan bagian anak timbangan. Berkapasitas ukur maksimal 15-20 kg dan bisa dibawa dengan tangan.
neraca ohaus dua lengan
Neraca Dua Lengan dan Tiga Lengan
Alat ukur massa ini mempunyai ketelitian yang lebih dibandingkan dengan timbangan pasar. Disebut dua lengan karena terdiri dari dua lengan utama, demikian juga berlaku untuk penyebutan tiga lengan. Neraca tiga lengan lebih presisi dari neraca dua lengan. Untuk lebih jelasnya silahkan baca di Neracat Dua Lengan
timbangan gantung
Timbangan Gantung
Banyak di jumpai di pasar-pasar, kapasitas ukur maksimal 100 s.d. 150 kilogram. Cara menimbangnya yaitu dengan membungkus benda dalam wadah karung (bisa yang lain) kemudian di kaitkan dengan pengait yang ada di timbangan gantung.
timbangan kamar mandi
Timbangan Kamar Mandi
Bagi sebagian orang timbangan ini ditakuti. :D. Timbangan kamar madi adalah sebutan timbangan badan yang sering kita pakai dengan berdiri di atasnya. Biasanya maksimal timbangan ini adalah 150-180 kilogtam.
Berbagai Macam Timbangan Lainnya Timbangan Bayi, Timbangan Duduk, Timbangan Digital, Timbangan Mejad, dan lain sebagainya.
ALAT UKUR WAKTU
jam alat ukur waktu
Jam
Jam atau arloji adalah alat ukur waktu paling  populer, macam dan bentuknya sangat banyak. Ada jam dinding, jam tangan, jam mekanik, jam digital, dan lain sebagainya. Tingkat ketlitian jam mulai dari 0,1 s hingga 1s
stopwatch digital
Stopwatch
Alat ini cocok untuk mengurkur waktu dalam range tertentu. Prinsipnya sama seperti jam digital.
jam pasir
Jam Pasir
Alat ukur waktu jaman dahulu. Terbuat dari kaca dengan media pasir sebagai pengukur waktunya.
Tanggal Sistem penanggalan adalah alat ukur waktu untuk jangka waktu yang relatif lama, mulai dari hari, bulan, tahun, abad, hingga milenium.
ALAT UKUR GAYA ATAU BERAT
Neraca Pegas atau Dinamo Meter Merupakan alat ukur gaya yang menggunakan pegas yang natinya akan ditarik oleh gaya atau berat benda sehingga menghasilkan nilai tertentu. Alat ukur gaya  (force gauge) ada banyak jenisnya ada yang mekanik ada juga yang sudah canggih berbasis sistem pengukuran digital.
ALAT UKUR LISTRIK (EKLETRONIK)
voltmeter
Voltmeter
Alat Ukur Tegangan (satuan Volt)
ampere meter alat ukur listrik
Amperemeter
Untuk mengukur arus listrik (Satuan Ampere)
ohmmeter
Ohmmeter
Untuk mengukur besarnya hambatan listrik
Galvanometer Alat ukur arus listrik dalam jumlah yang sangat kecil
multimeter
Multimeter
Gabungan, alat ukur listrik yang bisa digunakan untuk mengukur tegangan, arus, dan hambatan listrik sekaligus
Wattmeter Alat ukut daya listrik (satuan watt)
Eletrometer Untuk mengukur muatan listrik (satuan Coloumb)
ALAT-ALAT UKUR LAINNYA
Nama Alat
Ukur
Kegunaan
Altimeter untuk mengukur ketinggian suatu tempat dari permukaan air laut
Anemometer Mengukur kecepatan angin
Evaporimeter tingkat evaporasi
Barometer Alat ukur tekanan udara
Kalorimeter Mengukur panas atau jumlah kalori
Radar Doppler Kecepatan
Densimeter Mengukur kerapatan
Graphometer Alat ukur sudut, bisa juga menggunakan busur maupun kompas
Hidrometer mengukur curah hujan
Higrometer Kelembapan
Lux Meter Alat ukur intensitas cahaya (satuan candela)
Manometer Alat ukur tekanan
Termometer Alat ukur suhu, skala TERMOMETER terganung jenis termometer.
Tensimeter Mengukut tekanan suatu cairan (ex. darah)
Dosimeter alat untuk megukur dosis radiasi
Spektroskopi Alat ukur Intensitas radiasi

Fisika : Besaran Pokok dan Besaran Turunan beserta contohnya

Tulisan kali ini akan membahas lebih spesifik masalah besaran Fisika, yakni Besaran Pokok dan Besaran Turunan. Misalkan kita melakukan pengukuran panjang suatu benda, dan mendapatkan hasil 10 cm. Pada pengukuran benda yang lain, kita mendapatkan hasil 1 meter. Contoh yang lain, misalkan kita melakukan pengukuran massa sebuah benda dan mendapatkan hasil 5 kg, dan pada pengukuran massa benda lainnya kita mendapatkan hasil 20 gram. Dari semua hasil pengukuran tersebut, diperoleh satuan cm dan m untuk besaran panjang, sedangkan untuk pengukuran besaran massa kita peroleh satuan kg dan gram.

Besaran panjang dan besaran massa merupakan contoh dari besaran pokok. Besaran pokok dapat diartikan sebagai besaran yang satuannya dipakai sebagai dasar penentuan besaran-besaran lain. Dalam fisika, dikenal ada 7 besaran pokok dalam sistem Satuan Internasional (SI). Dalam tabel dibawah ini, adalah contoh dari daftar besaran-besaran yang termasuk dalam kelompok besaran pokok lengkap dengan satuannya:

Tabel: Besaran pokok dan satuannya
Selain besaran pokok, terdapat pula jenis besaran lain, yakni besaran turunan. Besaran turunan adalah besaran yang diperoleh atau diturunkan dari besaran pokok. Satuan dari besaran turunan diperoleh dari satuan besaran pokok. Misalkan, besaran luas adalah salah satu contoh besaran turunan yang diperoleh dari 2 besaran panjang, yakni = panjang x panjang. Besaran kecepatan termasuk dalam besaran turunan yang disusun dari besaran pokok, yakni = besaran panjang dibagi besaran waktu. Tabel dibawah ini memperlihatkan contoh dari besaran-besaran yang termasuk ke dalam kelompok besaran turunan lengkap dengan satuannya:

Tabel: Besaran turunan dan satuannya
Sekian dari saya,terimakasih atas kunjungannya.. :D